Seminar Perikanan Bahas Potensi Rumput Laut Indonesia

Seminar Nasional Perikanan bertajuk optimalisasi sumberdaya perikanan untuk ketahanan pangan nasional berlangsung di kampus Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Senin (30/4). Seminar yang digelar HMJ Perikanan Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) UMM ini dihadiri peserta dari 23 perguruan tinggi di Indonesia.

Acara yang dirangkai dengan puncak acara KLB Himpunan Mahasiswa Perikanan Indonesia mendatangkan empat nara sumber, yakni Dr. Jumbuh Rukomono, M.Si dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dr. Ir. David Hermawan, MP (FPP UMM), Dr. Hasni Yuliati Azis, (Unhas Makasar), dan Ir. Widodo Farid Ma’ruf, M.Sc, PhD (Ketua Forum Rumput Laut).

Pembantu Rektor III, Dr. Diah Karmiati, MSi, mengatakan pangan merupakan pembahasan yang sangat menarik. Dengan memanfaatkan momen ini, katanya, diharapkan dapat memberikan tambahan ilmu serta dapat membawa kemajuan di bidang yang bersangkutan.

Pembahasan seputar pemanfaatan komoditi perikanan di Indonesia banyak di singgung dalam seminar tersebut. Indonesia yang memiliki fisiografis yang baik sangat menunjang pengembangan usaha perikanan sebagai penambah pundi-pundi perekonomian di negara ini. Jumbuh mengatakan, potensi alam yang besar dan spesies ikan beraneka ragam merupakan aset yang belum tentu dimiliki oleh negara lain.

“Berdasarkan penelitian, perikanan akan menjadi komoditas yang mampu menjawab keinginan masyarakat Khususnya bagi masyarakat yang peduli dengan kesehatannya,” urai Jumbuh. Selain itu, budidaya rumput laut bisa menjadi salah satu alternatif yang dapat dilakukan masyarakat. Rumput laut menyimpan banyak manfaat, seperti dapat mengantisipasi pemanasan global dan krisis energi.

Hal serupa juga dibenarkan Widodo Farid menjelaskan 50% kebutuhan rumput laut mentah dipasok langsung oleh Indonesia. Namun dalam produksi barang jadinya Indonesia hanya menduduki peringkat ke tujuh. “Permintaan rumput laut dalam pasar global yang menjadi objek enam Kementrian tersebut terus mengalami peningkatan. Perkembangan industri makanan, kosmetik, serta farmasi menjadi alasan mengapa permintaan terus meningkat,” ujarnya.

Widodo menambahkan, penguasaan teknik budidaya yang rendah menjadi alasan pengembangan rumput laut di Indonesia mengalami permasalahan. Masalah teknologi serta kurangnya ilmu yag diterima oleh masyarakat juga menjadi faktor kendala yang serius. Sehingga sumber daya manusia yang besar pun tidak akan bisa dimanfaatkan secara maksimal. Walaupun memang diakui sangat mudah merubah budaya masyarakat kita yang terbiasa dengan agrikultur menjadi aquakultur. “Apalagi dengan mengusahakan rumput laut sebagai medianya,” lanjutnya.

Selain itu perlu, dukungan dari pemerintah untuk menunjang optimalisasi rumput laut tersebut. Dengan begitu setiap daerah memiliki kemampuan untuk membudidayakan rumput laut dengan baik. “Sehingga nantinya tercipta rumput laut dengan karektiristik masing-masing yang berbeda antara daerah satu dengan yang lainnya,” pungkas Widodo.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s